Viral adalah Segalanya - Abi Muzhaffar
News Update
Loading...

Sabtu, 18 April 2020

Viral adalah Segalanya

Masyarakat kita memang unik, viral itu segalanya!

Entah karena hidup kita sudah mumet, makanya butuh hiburan. Penghilang stress.

… yang sekolah bergelut dengan materi dan tugas.

… yang berkerja sibuk dengan jalanan, macet, lelah dan tugas kantor.

… yang di rumah saja, pusing dengan urusan rumah dan tangga.

Dan ketika datang suatu hiburan, lucu, bikin tertawa, dalam hitungan detik… menit… jam… dhuarrr.

Langsung viral.

viral adalah segalanya


Kok bisa?

Sangat bisa. Siapapun yang membuat hati kita bahagia, tertawa dan senang akan cepat viral.

Namun yang disayangkan adalah … ketika content yang viral lebih banyak hal-hal yang sia.

Prank!

Perbedaan pendapat!

Pendapat atau tingkah yang nyeleneh!

Apapun itu, viral…!

Tolelet bus, tik-tok, prank, wanita manja, selebgram cute, cewek gombal, lelaki ngedip ganteng parah dan hal-hal kesia-siaan lainnya.

Semua ini agar viral…!

Coba dipikir-pikir, bila yang viral adalah suatu manfaat, pasti banyak orang yang terkena dampak positif.

… sayangnya, hal positif itu selalu dianggap biasa. Ga seru tuk dibahas. Berhenti di kamu saja.

Selesai.

… tapi kalau soal video cewek gombal, lelaki ngedip ganteng parah, prank, tik-tok, selebgram cute ga sampai semenit… kita ga tahan pengen share.

Ini problem generasi kita saat ini.

Yang lebih parah adalah… meski kita menyadari itu sia-sia, sebatas hiburan, prank, click bait, apapun jenisnya, ga masalah.

… yang penting klik.

… yang penting like.

… yang penting share.

… yang penting banyak yang nonton.

… yang penting seru-seruan.

Hingga lupa, segala perbuatannya adalah sia-sia.

Hanya Demi …


Belakangan beredar video viral kaum hawa yang berdo’a dengan nada genit meminta jodoh.

"Ya Allah, jauhkan aku dari virus. Dekatkan aku dengan yang serius."

Bukan saya sinis ya. Tapi coba deh dipikir-pikir buat apa sih dia bikin video gitu?

Pakai mukena. Berdo’a. Terus ngedipin mata.

Sok cantik.

Gemes.

Biar viral?

Wallahu ‘alam. Kenyataannya video itu memang sudah viral. Yang share videonya sudah banyak …

Itu hanya salah satu contoh ya.

Yang lain? Masih banyak.

Hanya demi… saya nggak mampu menerka. Takut salah. Tapi tentu saya berdo’a mungkin khilaf atau nggak sengaja.


Viral Ilmu, Viral Amal


Sudah biasa di masyarakat kita, hal yang baik terkesan kurang menarik.

Bersedekah terang-terangan, dianggap pamer.

Suara bacaan Qur’an bagus, dianggap sok.

Model-model kaya gitu, ga mudah viral.

Coba dibayangkan, aslinya kita membutuhkan content positif yang mencerdaskan, bermanfaat, dan pastinya viral.

Supaya masyarakat kita menjadi lebih baik.

Minimal, kita bisa berada di 2 posisi:

1. Yang buat content.
2. Yang menyebarkan content.

Jika mampu membuat content, silahkan buat.

Semakin banyak content bagus dan bermanfaat luas (bukan hal sia-sia), akan makin tercedaskan.

Bila tak mampu, maka jadilah orang yang like, comment and share.

Kenapa perlu?

Sebab antara yang suka content positif dengan content sia-sia yang lucu, lebih banyak orang yang gencar menyebarkan content sia-sia.

Nggak percaya? Coba aja buktikan…

Orang yang buat content saya sebut dengan memviralkan ilmu, sedangkan yang like, comment and share, bisa dibilang ia tengah memviralkan amal.

Biarkan hal positif dan bermanfaat viral seluas-luasnya.

Supaya apa? Agar hal-hal tak bermanfaat bukan lagi jadi asupan untuk kita.

Coba disimak, "Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat." (Hr. Tirmidzi)

Maksudnya? Pasti kita bisa mengerti maksud hadits di atas. Tak perlu saya ragukan lagi…



Dan Sebaiknya…


Menghentikan kebiasaan masyarakat kita memang tak mudah.

Membasmi ke akarnya perlu energi yang luar biasa.

… tapi energi sekecil apapun tentu berguna.

Kita bisa menjadi creator positif atau menjadi pendukung like and share content positif.

Minimal, kita berbuat sesuatu. Bukan mencela saja.

Apalagi mencaci tanpa berbuat, sama saja.

Analoginya seperti semut. Kecil memang, tapi kalau sama-sama memviralkan akan jadi kekuatan besar.

Nah, sekarang saatnya untuk kita jadi creator atau memviralkan content positif, bermanfaat dan mencerdaskan.

Bukan lagi prank-prank-an, bukan lagi lucu-lucuan, bukan lagi seru-seruan.

Tapi… lebih dari itu. Adalah bagaimana sebuah content bisa memberikan dampat positif terbaik, terluas dan terviral.

Ayo sama-sama bergegas …

Share with your friends

Terima kasih telah membaca artikel kami. Silahkan berikan komentar terbaik pembaca untuk mendukung setiap artikel yang kami publish.

Notification
Abi Muzhaffar menggunakan cookies untuk memberikan pengalaman lebih baik. Learn more
Oke